Pengertian Routing

Pengertian RoutingWaktu ke waktu perkembangan digital sudah sangat canggih dan dapat memberikan banyak sekali kemudahan untuk kita seperti mudah nya berkomunikasi jarah jauh hingga bisa saling tukar informasi yang ada di dunia maya seperti skarang ini.

Lepas dari semua itu apakah kalian terfikirkan bagaimana kita bisa berkomunikasi dalam jangkaun yang cukup jauh. Nah pada artikel ini lah saya akan menjelaskan bagaimana kita bisa berkomunikasi jarak jauh.

Pada jaringan komputer itu sendiri ada sebuah alat yang menghubungkan yaitu routing. Lalu apa itu routing dan seperti apa cara kerjanya. Silakan anda simak baik-baik berikut ini.

Baca Juga : Pengertian Yudisium

Pengertian Routing

jenis-jenis routing

Routing adalah sebuah alat yang dapat mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan internet menuju tujuannya. Metode inilah yang paling umum digunakan oleh para penyedia jasa layanan internet.

Routing inilah yang akan mengirimkan informasi atau paket data dari seluruh user yang saling terhubung dan mengirimkannya ke device-device lain.

Fungsi dan Cara Kerja Routing

Seperti yang sudah saya infokan diatas yakni fungsi dari routing ialah menghubungkan suatu jaringan yang satu ke jaringan lainnya yang lebih luas.

Sebagai contohnya, ditempat kalian memiliki jaringan lokal dengan alamat IP 192.168.1.1, lalu kalian ingin agar jaringan kalian tersebut bisa terhubung ke internet yang beralamatkan IP 8.8.4.4, disitulah routing melakukan tugasnya.

Sudah paham belum sampai sini ? mari kita lanjut ke materi berikutnya.

Jenis-jenis Routing

cara kerja routing

Routing terbagi dalam tiga bagian yakni default routing, routing statik (static) dan routing dinamis (dynamic). Tidak hanya itu routing dinamis dibagi lagi menjadi dua bagian yaitu link-state dan distance vector.

Berikut adalah penjelasan detail mengenai jenis-jenis routing tersebut :

Default Routing

Default routing adalah cara manual yang paling mudah dalam melakukan routing tanpa harus menambahkan identitas jarungan yang lebih spesifik. Fungsi default routing ini sebagai akses jaringan yang menyeluruh (keseluruhan).
Untuk mengkonfigurasinya cukup mudah, seperti yang saya infokan sebelum nya jadi tidak perlu identitas ip yang spesifik. Contohnya default routing pada router cisco :
Cisco(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.1.1
Penjelasan :
  • Konfigurasi rout IP adalah perintah untuk mengeksekusi routing.
  • Angka 0.0.0.0 di urutan pertama adalah ip yang akan dituju (semua ip yang dituju)
  • Angka 0.0.0.0 di urutan kedua adalah keseluruhan subnetmask yang ada dan akan dimasukkan semua kedalam tabel routing.
  • Lalu untuk angka yang terakhir 192.168.1.1 adalah jalur dari ip yang akan dilalui dan bisa disebut sebagai gateway.

Routing Statik (Static)

routing statik

Routing statik adalah jenis routing manual juga, fungsi routing statik ini hampir sama dengan default routing namun routing statik ini memiliki tujuan IP yang jelas. Tidak seperti default routing yang langsung mencakup semua IP address.

Rountin statik ini biasa digunakan untuk jaringan-jaringan lokal, dan untuk mengkonfigurasi routing ini cukup memakan waktu diman kita harus setup terlebih dahulu setiap router yang ada dan saling membalas routing lainnya.

Routing Dinamis (Dynamic)

routing dinamis

Routing dinamis adalah routing protocol yang sangat sering digunakan oleh pada penyedia jasa layanan internet. Kenapa begitu? karena memang routing ini bekerja untuk menemukan seluruh jaringan yang ada dalam subnet.

Dan routing ini juga selalu melakukan update network pada routing table, sehingga ketika ada sebuah masalah (trouble) atau ada jaringan yang terputus bisa dapat terdeteksi langsung tanpa harus dicek satu persatu.

Perlu kalian ketahui pada routing dinamis juga terbagi menjadi dua jenis yaitu Interior Gateway Protocols (IGP) dan Exterior Gateway Protocol (EGP), mari kita simak penjelasannya berikut :

1. Interior Gateway Protocol (IGP)

Interior gateway protocol merupakan sebuah pengelompokan routing yang terbagi dalam sebuah autonomous system (AS). Atau bisa disebut juga sekumpulan host jaringan yang berada pada AS

2. Exterior Gateway Protocol (EGP)

Exterior gateway protocol (EGP) merupakan pengelompokkan routing lanjutan dari IGP, jika pada IGP hanya mencangkup dalam kesatuan AS (autonomous system) saja. Maka dalam EGP ini berjalan dalam luar AS dan bisa diartikan EGP ini bekerja untuk bisa menghubungkan pada beberapa AS. Apa itu autonomous system kalian bisa baca disini.

Contoh misal ada AS1 dan AS2 lalu cara menghubungkan kedua AS tersebut ialah dengan menggunakan jenis routing EGP .

Ada salah satu jenis routing yang cara kerjanya mirip seperti EGP yaitu routing BGP (Border Gateway Protocol) penjelsannya kalian bisa lihat disini.

Demikian artikel mengenai pengertian routing mulai dari fungsi, cara kerja dan contohnya. Semoga artikel ini bermanfaat. Terimkasih 🙂

1 thought on “Pengertian Routing”

Leave a Comment