Sifat-sifat Koloid

sifat-sifat koloid

Sifat-sifat Koloid – Apakah kalian tahu kenapa debu dapat terlihat ketika ada cahaya yang menyinari seperti dari cahaya lampu mobil ketika malam hari atau bisa juga dari cahaya matahari yang menyelinap dari sela-sela jendela? Atau kamu penasaran juga dengan sistem yang dapat merubah sebuah bubuk menjadi agar saat dilarutkan dengan air panas ?

Sistem yang terjadi pada peristiwa kimia tersebut dinamakan Sistem KoloidSifat-sifat koloid ini ada banyak sekali dan mempengaruhi jenis dan juga karakter. Dan berhubungan erat dengan peristiwa atau contoh penerapan koloid pada kehidupan sehari-hari.

Mungkin kalian tidak menyadari itu dan terkadang bisa menjadi pertanyaan dalam benak kita. Oleh sebab itu, mari kita bahas lebih dalam lagi mengenai sifat-sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

Tapi sabar dulu sebelum masuk ke pembahasan mengenai sifat-sifat koloid dan bagaimana penerapannya, apakah kalian tahu apa itu pengertian koloid ? seperti apa pembuatan koloid ? dan apa itu koloid ?

Koloid adalah bio zat dalam zat pelarut yang ukurannya lebih besar dari molekul. Koloid ini berupa sistem yang merupakan campuran peralihan sejenis homogen lalu menjadi heterogen. Koloid juga merupakan sebuah keadaan antara larutan dan suspensi

Walaupun ukurannya lebih besar dari molekul, koloid juga harus dilihat melalui alat mikroskop. Ada dua fase yaitu sistem dipersi atau sistem yang terjadi akibat pembagian dalam zat lain.

Baca Juga : Echinodermata : Habitat, Struktur, Reproduksi, Klasifikasi dan Manfaatnya

Kedua fase tersebut ialah fase pendispersi dan fase terdispersi. Pendispersi adalah fase dimana zat yang mengalami perubahan pada fase tetap. Sedangkan fase Terdispersi adalah zat yang mengalami perubahan fase, tetapi tidak termasuk pada zat dengan fase yang sama.

Sifat-sifat Koloid

1. Sifat Optik

Sifat koloid yang pertama adalah sifat Optik. Sifat ini dapat menghamburkan cahaya atau sering disebut juga dengan Efek Tydall. Seperti apa rupa dari sifat optik pada koloid ?

Contohnya seperti ketika cahaya lampu memperjelas keberadaan asap atau kabut yang mengepu. Contoh lainnya seperti saat cahaya matahari menyelinap di sela-sela dan membuat partikel kecil debu terlihat oleh mata telanjang kita.

Dengan sifat ini, kita dapat mengamati partikel koloid lebih jelas dengan menggunakan bantuan alat yang disebut mikroskop.Partikel koloid yang memiliki ukuran kecil dapat lebih mudah menghamburkan cahaya dengan panjang gelombang pendek, begitu juga sebaliknya.

2. Sifat Kinetik

Sifat koloid selanjutnya adalah sifat kinetik. Terdapat dua gerakan yang ada pada sifat koloid yang satu ini yakni gerakan termal dan gerakan yang diakibatkan karena adanya gaya gravitasi bumi.

Selain itu juga terdapat gerakan utama yang disebut dengan Gerakan Brown. Gerakan brown merupakan partikel-partikel koloid yang bergerak secara terus-menerus dengan rupa gerakan zig-zag atau patah-patah.

Gerakan pada sifat-sifat koloid kinetik ini dapat terjadi karena adanya tumbukan yang kurang seimbang dari para molekul medium terhadap partikel koloid. Sifat kinetik lebih cenderung mengendap dikarenakan adanya gaya gravitas pada bumi.

3. Sifat Fisika

Sifat berikutnya adalah Sifat fisika. Sifat koloid yang satu ini terjadi tergantung dengan jenis koloidnya yang berbeda-beda. Misal ketika sifat ini memiliki hubungan dengan koloid hidrofob dengan ciri rapatan, tegangan permukaan dan viskositasnya yang menyerupai seperti medium pendispersi.

Viskositas adalah ketebalan. Begitu pula bila sifat ini memiliki hubungan dengan koloid hidrofil, maka terjadi hidrasi yang membuatnya sangat berbeda dengan mediumnya. Dikarenakan viskositasnya lebih besar, serta tegangan pada permukaan cenderung lebih kecil.

4. Sifat Listrik

Sifat koloid selanjutnya adalah sifat listrik. Sifat ini muncul ketika partikel-partikel koloid yang memiliki muatan, ditempatkan pada medan yang memiliki aliran listrik dimana membuat partikel tersebut menjadi bergarak kearah elekroda yang bergantung pada muatanya.

Proses penempatan dan gerakan ini disebut Elektroforesis. Pada umumnya partikel koloid memiliki muatan pada bagian-bagian permuakannya dikarenakan pengionan atau adanya penyerapan.

5. Sifat Adsorpsi

Sifat-sifat koloid selanjutnya adalah sifat adsorpsi. Adsorpsi adalah sebuah proses dimana menempelnya suatu zat pada permukaan zat padat atau zat cair.

Termasuk juga dalam sifat adsorpsi karena sifat koloid memiliki partikel yang mudah mengalami adsorpsi warna. Dan bagian permukaanya cukup luas disebabkan ukuran partikel koloid yang kecil dan membuat kemampuan adsorpsi tersebut menjadi lebih besar.

6. Sifat Koagulasi

Sifat berikutnya adalah sifat koagulasi. Koagulasi adalah proses penggumpalan pada partikel koloid yang menjadikan kestabilan sistem terhadap koloid tersebut yang hilang.

Proses ini bisa terjadi akibat dipengaruhi oleh panas, dingin, campuran elektrolit serta elektroforesis yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Contoh peristiwa dari sifat koagulasi adalah saat merebus telur mentah kedalam air panas.

7. Sifat Pelindung

Sifat koloid yang terakhir adalah sifat pelindung. Sifat ini merupakan sistem koloid yang ditambahkan pada partikel koloid lainnya, sampai menghasilkan koloid yang stabil.

Contohnya adalah ketika kita memberi gelatin pada adonan es krim untuk menambah kelembutan pada es krim tersebut meski nantinya dibuat menjadi beku.

Itulah ketujuh macam sifat-sifat koloid dan bisa menjadi latar belakang akan reaksi pada banyak peristiwa kimia yang ada di sekitar kita.

Baca Juga : Ciri-ciri Reproduksi Tumbuhan Lumut

Penerapan Sifat-sifat Koloid Pada Kehidupan Sehari-hari

Barusan kita sudah membahas mengenai sifat-sifat koloid, lalu seperti apa dan contoh penerapan koloid tersebut dalam kehidupan sehari-hari? Berikut beberapa peristiwa kimia yang termasuk dalam penerapan dari partikel-partikel koloid.

1. Penyerapan Pada Produk Berwarna

Pada industri tekstil, partikel koloid diterapkan dalam jenis sol agar proses penyerapan warna dapat lebih baik dan maksimal.

2. Pada Produk Kosmetik

Penerapan ini dapat berupa pada penggunaan emulsi yang melibatkan zat cair seperti lotion untuk dijadikan pelembab kulit.

3. Pembuatan Obat-obatan

Obat yang sering kita konsumsi setiap hari juga terbuat dari banyak proses dan sistem, salah satunya adalah koloid itu sendiri.

4. Pada Produk Pembersih

Koloid juga diterapkan pada pembuatan produk pembersih pakaian seperti deterjen dan sabun agar produk tersebut dapat membersihakan noda lebih sempurna.

5. Pada Makanan Liquid

Makanan liquid disini yang menggunakan partikel koloid ialah kecap dan saus.

6. Proses Pemutihan Pada Gula Tebu

Sebenarnya gula yang kita gunakan sehari-hari tidak asli berwarna putih, melainkan berwarna seperti aslinya tebu yaitu putih gading agak keemasan. Makan agar gula terlihat lebih menarik, dilakukanlah sistem koloid yang berfungsi untuk memutihkannya.

7. Identifikasi DNA

Penerapan koloid ini berfungsi agar DNA yang dicek dapat dikenali dan disesuaikan dengan yang bersangkutan.

8. Proses Pembuangan Asap Pabrik

Gimana ? apakah kalian sudah memahami apa itu koloid, sifat-sifat koloid dan contohnya serta penerapan sifat koloid pada kehidupan sehari-hari. Banyak sekali benda yang dibuat dengan sistem koloid dan kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti produk mentega, keju, susu dan lain-lain.

Atau produk lainnya misalnya seperti sabun cuci dan sabun mandi yang kita gunakan. Koloid juga memiliki jenis-jenis yang termasuk dalam fase Sol, Emulsi dan Buih.

Dari ketiga jenis koloid tersebut berbeda mulai dari ciri-ciri, proses, pelaki hingga pada hasilnya.

Semoga artikel seputar sifat-sifat koloid ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan informasi untuk kalian. Karena koloid dan sistem koloid sendiri sangat berhubungan erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Terimakasih 🙂

Pengertian Yaumul Mizan

Zaflan
1 min read

Fungsi Tulang Atas

Zaflan
1 min read

One Reply to “Sifat-sifat Koloid”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *