Cara Memainkan Alat Musik Rebana

Rebana adalah alat musik tradisional yang biasa dimainkan di berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura.

Rebana terdiri dari membran yang terbuat dari kulit kambing atau sapi yang dipasang pada cangkang atau bingkai berbentuk lingkaran yang terbuat dari kayu atau logam.

Rebana biasanya dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tangan atau stik kecil yang terbuat dari kayu atau logam.

Suara yang dihasilkan dari alat musik ini cukup keras dan berirama, sehingga biasanya digunakan dalam pertunjukan musik tradisional atau acara keagamaan seperti pengajian, pernikahan, atau perayaan hari raya.

Rebana memiliki banyak jenis dan ukuran, dari yang kecil untuk anak-anak hingga yang besar untuk dewasa. Ada juga jenis rebana yang memiliki ukuran sedang dan digunakan dalam musik dangdut atau pop Melayu.

Selain itu, ada juga variasi dari rebana seperti rebana barongan dan rebana hadroh yang biasanya digunakan dalam acara-acara tertentu di Indonesia.

Baca Juga :

Cara Memainkan Alat Musik Rebana

alat musik rebana

Untuk memainkan alat musik rebana, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Posisikan rebana dengan benar. Rebana biasanya diletakkan di pangkuan atau diletakkan di atas meja atau bantalan di depan pemain. Pastikan bahwa rebana terletak secara horizontal dan stabil.
  2. Posisikan tangan dengan benar. Untuk memukul rebana, posisikan tangan dengan jari-jari terbuka dan telapak tangan menghadap ke bawah. Anda bisa menggunakan tangan satu atau kedua untuk memainkan rebana.
  3. Mulailah memainkan rebana dengan memukul membran menggunakan ujung jari atau stik kecil. Memukul dengan menggunakan ujung jari akan menghasilkan suara yang lebih lembut dan halus, sedangkan memukul dengan menggunakan stik kecil akan menghasilkan suara yang lebih keras dan berirama.
  4. Atur tempo atau ritme yang diinginkan dengan memainkan rebana secara teratur. Anda bisa mengikuti ritme yang ditentukan dalam lagu atau memainkan ritme yang disesuaikan dengan suasana.
  5. Terus berlatih dan bermain rebana secara konsisten untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan memainkan alat musik ini.

Demikianlah langkah-langkah dasar untuk memainkan alat musik rebana. Ingatlah bahwa praktek dan konsistensi adalah kunci untuk menguasai alat musik ini.

Sumber Bunyi Rebana

sumber bunyi rebana

Sumber bunyi pada rebana berasal dari membran yang terbuat dari kulit kambing atau sapi yang dipasang pada cangkang atau bingkai berbentuk lingkaran yang terbuat dari kayu atau logam.

Ketika dipukul dengan tangan atau stik kecil, membran akan bergetar dan menghasilkan suara. Intensitas dan nada suara yang dihasilkan akan tergantung pada seberapa keras atau lembut cara memukul membran, serta ukuran dan ketebalan membran tersebut.

Selain itu, suara rebana juga dapat dipengaruhi oleh bahan pembuat membran, bahan pembuat bingkai, dan desain keseluruhan rebana.

Beberapa jenis rebana mungkin memiliki karakteristik suara yang berbeda-beda, tergantung pada asal negara, daerah, atau tradisi musiknya.

Misalnya, rebana dari Indonesia umumnya memiliki suara yang lebih keras dan berirama, sedangkan rebana dari Malaysia memiliki suara yang lebih halus dan harmonis.

Cara Membuat Rebana

cara membuat rebana

Rebana terbuat dari beberapa bahan yang berbeda, tergantung pada jenis dan kegunaannya.

Secara umum, rebana terdiri dari bingkai atau cangkang yang biasanya terbuat dari kayu atau logam, serta membran yang terbuat dari kulit kambing atau sapi.

Berikut adalah beberapa jenis bahan yang biasanya digunakan untuk membuat rebana:

  1. Bingkai kayu: Rebana tradisional biasanya terbuat dari bingkai kayu, seperti jati, trembesi, atau mahoni. Kayu ini dipilih karena kuat dan ringan sehingga membuat rebana mudah dibawa dan dimainkan.
  2. Bingkai logam: Rebana modern sering dibuat dengan bingkai logam, seperti aluminium atau besi. Bingkai logam ini lebih tahan lama dan ringan dibandingkan bingkai kayu.
  3. Kulit kambing: Kulit kambing sering digunakan untuk membuat membran rebana karena kekuatannya dan elastisitasnya yang memungkinkan untuk menghasilkan suara yang kuat dan berirama.
  4. Kulit sapi: Kulit sapi juga dapat digunakan untuk membuat membran rebana. Kulit sapi lebih tahan lama dan tebal dibandingkan kulit kambing sehingga dapat menghasilkan suara yang lebih berat dan dalam.

Selain bahan-bahan di atas, ada juga beberapa jenis rebana yang menggunakan bahan-bahan lain seperti kain atau bahan sintetis untuk membran atau bingkainya.

Grup Musik Rebana

Kerangka yang digunakan pada rebana terbuat dari kayu yang dibentuk. Tari zapin adalah tarian tradisional yang menggunakan rebana sebagai pengiringnya.

Rebana juga digunakan untuk qasidahan dan ada juga jenis rebana hadroh, penampilan musikal yang kental dengan nuansa Islaminya.

Dalam penampilannya, biasa ada juga alat musik lain yang menemani permainan rebana, seperti:

  • Bass Hadroh, wujudnya seperti drum bass biasa, tapi ada perbedaan pada salah satu bagiannya.
  • Ketipung, alat musik pukul yang menghasilkan suara untuk mengiringi jalannya penampilan
  • Marawis, mirip dengan rebana, baik dari cara memainkan, syair lagu yang dibawakan, hingga tekniknya.
  • Dumbuk Batu, seperti gendang, tetapi hanya memiliki 1 buah lapisan untuk dipukul, sisi lainnya memiliki diameter berbeda dan berlubang.
  • Dumbuk Pinggang, alat musik perkusi yang dimainkan dengan cara dipukul, bentuknya juga sama seperti dumbuk batu
  • Tamborin, alat musik jenis perkusi yang dimainkan dengan cara digoyang dan dipukul, suaranya sangat ramai.
  • Tabla, alat musik yang biasanya dimainkan dalam musik keagamaan dan terkenal di daerah India. Bentuknya seperti gendang tetapi pendek.
  • Gendang & Bedug, kedua alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul.
  • Gambus, alat musik petik yang berbentuk seperti gitar. Ia menghasilkan suara yang bernuansa Melayu.

Tak hanya berukuran kecil, rebana juga ada yang berukuran sangat besar, namanya adalah Rebana Ubi.

Begitulah cara memainkan alat musik rebana, semoga bermanfaat!

 

Referensi :

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Rebana

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top