Pengertian Musik Non Tradisional

Pengertian Musik Non Tradisional – Seperti yang telah kita ketahui pada artikel pengertian musik tradisional pada pembahasan sebelumnya, musik tradisional ialah musik yang tumbuh dan berkembang pada kebudayaan masyarakat setempat.

Namun pada kesempatan ini kita bukanlah membahas musik tradisional, pada pembahasan kali ini kita akan membahas apa pengertian musik non tradisional beserta latar belakang, jenis, ciri, dan contohnya.

Pengertian Musik Non Tradisional

pengertian musik non tradisional

Musik ini tentunya berbeda dengan musik tradisional, musik non tradisional atau yang disebut sebagai musik modern, merupakan musik yang tidak lahir dari suatu budaya atau masyarakat tertentu.

Musik ini dibangun berdasarkan satu aturan komposisi yang jelas, seperti sistem notasi, tangga nada, tekstur, serta instrmen yang dikenal masyarakat secara luas dan mudah dipelajari.

Selain itu, musik non tradisional bersifat terbuka, artinya komposisi dan gaya musik sangat dipengaruhi oleh berbagai pengalaman musikal para musisi dari setiap masa.

Dengan hal tersebut, kritik terhadap suatu komposisi tertentu menjadi hal yang biasa dilakukan.

Tidak heran jika suatu komposisi atau gaya musik non tradisional atau musik modern tertentu menjadi hilang atau ditinggalkan oleh masyarakat dengan gaya musik yang baru.

Latar Belakang Musik Non Tradisional

Musik tradisional atau musik setempat tidak dapat menghindar dari pengaruh musik modern masa kini atau musik asing. Akibatnya pengaruh tersebut melahirkan musik baru yang disebut dengan musik non tradisional.

Bahkan Prof. Shin Nakagawa di dalam bukunya Musik dan Kosmos mengungkapkan bahwa “tidak ada tradisi musik yang murni tanpa pengaruh kebudayaan lain”.

Alat musik tradisional yang kelihatannya masih murni seperti Gamelan, Gambus, Orkes Keroncong, sebenarnya telah mendapat pengaruh dari musik lain yang telah berasal dari budaya lain dan juga dapat dari budaya sendiri.

Cultural Contact adalah sebutan untuk pertemuan budaya tersebut. Ada juga model tipe musik yang telah dipengaruhi oleh pertemuan dengar, musik lain dan sebaliknya. Biasanya pengaruh dari luar lebih banyak, jadi terkadang tipe musiknya bisa berubah-ubah.

Menurut konsep Margaret Kartomi atas terjadinya proses perubahan tersebut tentang pertemuan kebydataan dalam artikelnya “The Processes and Result of Musical Contact: A Discussion of Terminology and Concepts”. Perubahan kebudayaan ini dapat terjadi karena hal-hal berikut ini:

Penolakan Secara Tegas Musik Asing

Misalnya menolak musik Orkestra besar karena alasan ekonomi dan teknologi pada saat akan mempertahankan musik secara murni dengan menolak kedatangan musik Barat atau musik Asing.

Pemiskinan Musik

Pemiskinan musik dapat terjadi jika kebudayaan pendatang lebih dihargai dan diagungkan daripada kebudayaan kesenian setempat yang telah dilupakan. Misalnya, musik asing yang posisinya ditempatkan lebih atas daripada musik tradisional.

Pengambilan Alih Ciri Khusus Musik

Di dalam seni musik sering terjadi peninjauan ciri khusus dari suatu budaya seni musik. Misalnya, musik Dangdut memasukkan ciri musik India dan Melayu. Musik Campursari telah memasukkan unsur musik Jawa dengan musik Barat dan Gamelan.

Kebangkitan Unsur Musik Lokal Tradisional

Untuk menghidupkan kembali musik lokal setelah sadar telah lama didominasi pengaruh dari musik lain sebagai rasa nasionalisme atau alasan artistik sejarah.

Misalnya menggalakkan budaya daerah yang telah terkikis dari budaya asing seperti menghidupkan musik Gamelan, musik Angklung, Calung, Gambus, Rebana, musik Melayu,

Musik Keroncong dengan cara inovasi pembaharuan musik Kolintang dan Gamelan Dengung Sunda.

Pluralisme Musik yang Hidup Berdampingan

Di dalam kesenian seni musik, harus bisa saling mencampur unsur-unsur musik yang telah ada menjadi sintesis baru, dan keduanya saling hidup berdampingan dengan mempertahankan gaya musiknya masing-masing.

Sebagai contoh, musik Gamelan Banyuwangi dengan corak Gamelan Bali, nyanyian atau lagu di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah berupa dua gaya Jawa dan Sunda.

Jenis-Jenis Musik Non Tradisional

Adapun jenis-jenis dari musik non tradisional adalah sebagai berikut.

Musik Pop

Pengertian musik Pop ialah sebuah musik yang sangat digemari dan juga sangat disenangi masyarakat dalam kurun waktu tertentu. Musik ini tentu tidak tahan lama, mudah hilang serta mudah terganti dengan lagu-lagu lain yang baru.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa jenis musik non tradisional yang pada umumnya sangat digemari oleh generasi muda yaitu jenis musik Pop atau musik Populer.

Musik Keroncong

Adapun pengertian musik Keroncong yaitu sebuah musik yang berkembang di nusantara melalui para pelaut dan budak kapal niaga bangsa Portugis.

Musik Keroncong sendiri mempunyai makna sendiri, yaitu suatu yang mengandung musik Harmoni dan musik Improvisasi yang terbatas.

Musik Dangdut

Adapun pengertian musik Dangdut yaitu sebuah musik yang berkembang pesat dan merupakan salah satu genre seni musik di Indonesia. Musik India dan Arab mempengaruhi musik Dangdut asli.

Musik Campursari

Pengertian musik Campursari merupakan salah satu bentuk kesenian yang terdapat di daerah Jawa. Bentuk musik ini yaitu hasil dari musik Modern dengan musik Etnik.

Musik ini juga merupakan musik hasil kreatif anak bangsa terhadap Gamelan. Musik ini terpadu dengan instruen musik Modern, seperti Bass, Gitar Elektrik, Drum, dan Keyboard.

Musik Jazz

Adapun pengertian musik Jazz yaitu musik yang dikembangkan pertama kali oleh orang-orang Afrika-Amerika. Asal dari musik Jazz yaitu dari New Orleans, Amerika Serikat.

Musik Gambus

Musik Gambus merupakan musik yang dipengaruhi oleh budaya timur tengah, dengan ciri khas iramanya yang asyik dan tak kalah penting isinya yang bermakna yaitu kisah pembelaan negara dan juga kisah percintaan.

Ciri-Ciri Musik Non Tradisional

  • Tidak lahir dari tradisi suatu masyarakat tertentu
  • Dibangun berdasarkan suatu aturan komposisi yang jelas seperti sistem notasi, tangga nada, tekstur, dan instrumen
  • Mudah dipelajari
  • Menggunakan bahasa Nasional
  • Iringannya sudah menggunakan alat musik Modern
  • Ada sentuhan teknologi yang dianggap lebih beradab dan lebih maju
  • Dapat digunakan sebagai sarana Ekonomi

Contoh Musik Non Tradisional

  • Musik Dangdut, yang berasal dari daerah Nelayan
  • Musik Keroncong, langgam dan stambul
  • Musik Arumba, yang merupakan perkembangan dari musik Angklung
  • Musik Campursari, yang berasal dari daerah Jawa Tengah, musik ini merupakan campuran dari Gamelan dengan musik Modern.

Sampai sini sudahkah kalian memahami tentang pengertian musik non tradisional?

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian musik non tradisional, beserta latar belakang, jenis, ciri, dan contohnya. Semoga bermanfaat.

 

felderfans.com

Leave a Comment